Cerita Prthu dalam Brahma Purana
Dalam garis keturunan Dhruva juga terdapat seorang
raja yang bernama Anga. Beliau sangat taat pada agama dan selalu mengikuti jalan
darma. Namun sebaliknya putranya yaitu Vena sama sekali tidak mewarisi
sifat-sifat ayahnya. Ibunya adalah Sunitha dan kebetulan ia adalah putri dari
sang Mrtyu. Mrtyu terkanal akan sifat jahatnya. Pada saat itu Vena yang sudah
lama tinggal dan dekat dengan kakeknya itu segera Vena pun mewarisi sifat
kakenya yang jahat itu.
Vena pun meningalkan ajaran agama dan menentang veda
dan berhenti melakukan yajna. Kemudian para rsi dengan di pimpin Marici datang
pada Vena untuk membujuknya agar mau meningalkan ajaran sesatnya. Namun Veda
tidak mendengarkannya. Karena sudah
tidak dapat di bujuk lagi mereka menangkap Vena dan mencubit-cubit paha
kanannya lalu dari cubitan itu munculah sebuah makhluk yang menakutkan yang
berwujud cebol dan amat gelap. Rsi Atri amat terkejut hingga berseru ‘Nisada’
yang berarti ‘duduk’ dan sejak itulah makhluk cebol itu disebut Nisada.
Karakter jahat yang ada dalam tubuh dan pikiran Vena menghilang bersama
munculnya Nisada. Ketika para Rsi mencubit tangan kanan Vena muncullah Prthu. Pertu
bersinar bagaikan nyala api dan tenaganya menyebar keempat penjuru. Ia membawa
busur dan dihiasi dengan anak panah di punggungnya. Segera setelah Prthu lahir,
maka Venapun menunggal.
Prthu adalah seorang raja yang memerintah jagad dengan
baik. Dan semua hidup dengam makmur dan tentram. Untuk menghormati raja Prthu,
para Rsi mengadakan sebuah upacara suci dan dari upacara itu muncul dua
generasi yang dikenal dengan nama Suta dan Magadha. Dan dua generasi itu di
beri tugas oleh Rsi untuk menyanyikan lagu pujian untuk Prthu.
Komentar
Posting Komentar