Cerita Vali dan Hariscandra dalam Cerita Brahma

VALI

Ada seorang raja Daitya yang bernama Vali. Beliau amat sakti dan tidak terkalahkan. Ia juga jujur dan bijaksana. Karena kebaikannya Vali memerintah, hingga penyakit, kekeringan atau pun hal-hal buruh menjauh dari ketiga dunia. Hingga para dewa tidak tahan melihat wilayah daerah kekuasaan raja Vali ini dan mulai merencanakan untuk menggulingkan kekuasaannya.
Dalam rasa putus asa itu, para dewa kemudian mendekati Visnu untuk melakukan sesuatu tentang Vali. Menurut Visnu tidak ada perbedaan Vali dengan para dewa sejauh ini. Vali sangat patuh kepada Visnu, oleh karna itu beliau tidak dapat bertarung dengannya. Tapi beliau akan memikirkan sesuatu cara agar kerajaannya yang luas itu bisa di ambil darinya dan d berikan kepada para dewa.
Visnu kemudian memutuskan untuk lahir dari rahim Aditi. Anak yang terlahir itu adalah manusia cebol (kerdil).  Ini adalah Vamana Avatara (inkarnasi Visnu dalam wujud manusia cebol).
Vali pada saat itu sedang merencanakan untuk melakukan kurban kuda. Banyak rsi yang datang ke tempat itu dan Sukracarya adalah pendeta pemimpinnya. Dan manusia cebol itu pun datang juga.
Sukracarya sudah menyadari kalau manusia cebol itu tiada lain adalah Visnu. Ia pun memberi tahu Vali supaya jangan diberikan apapun jika dia meminta sesuatu. Namun Vali sebalinya keberuntungan baginya bahwa Visnu yang agung telah datang ke tempatnya.
Vali kemudian mendekati brahmana cebol itu seolah tahu pasti apa yang diinginkan brahmna itu. Lalu brahmana itu kemudian meminta tanah seluas yang bisa di jangkau oleh tiga langkah kakinya. Dan permitaan itu d kabulkannya, tapi tidak lama setelah permintaannya di kabulkan, sang brahmana cebol itu kemudian berubah wujun menjadi amat sangat besar. Beliau meletakkan telapak kaki pertamannya meliputi seluruh Yadnya Vali dan langkah kedua beliau sampai di Brahma Loka. hingga tidak ada ruang dan tempat yang tertinggal untuk meletakkan kaki ke tiga beliau di seluruh alam semesta ini. Maka Vali pun tersenyum dan meminta untuk meletakkan kaki beliau di punggunya.
Visnu terkesan dengan kerendahan hati Vali. Beliau lalu memberikan anugrah bahwa ia akan mendapatkan gelar indra di masa manvantara yang akan datang. Beliau lalu menunjuk Vali sebagai raja alam bawah. Sedangkan kerajaan Indra di Surga yang berhasil ditaklukannya, kemudian kembali kepada pemilik nya yaitu Indra.
 Ketika Visnu menginjak kai beliau d Brahmaloka, pada saat itu Brahma sedang di alam itu. Brahma merasa bahwa ia harus menyambutnya dan memuja kaki suci itu. Beliau kemudian menggunakan air suci dari pot air beliau (Kamandala) untuk menyuci kaki suci itu. Kemudian air itu tumpah di berbagai pegunungan. Di sana air itu dibagi menjadi empat arah. Visnu menerima air yang kearah Utara. Sedangkan yang mengalir ke Barat di kembalikan ke Kamandalu (pot air) Brahma. Air yang mengalir ke arah Selatan di muarakan pada jalinan rambut kepala Siva. Air ini adalah Sungai Gangga.

HARISCANDRA

Dalam dinasti Iksvaku memerintahlah seorang raja yang bernama Hariscandra. Hariscandra tidak memeiliki seorang anak. Suatu hari dua orang rsi bernama Narada dan Parvata datang untuk menemui Hariscandra dam memberitahunya bahwa ia akan pergi keneraka setelah wafatnya. Jika ia tidak memiliki seorang putra.
Kedua rsi pun menyuruh Hariscandra pergi ke pinggir Goutami Ganga dan berdoa pada dewa Varuna. Hariscandra kemudian berhasil membuat Varuna berkenan dengan doa-doanya dan sang raja itu meminta seorang putra.  Tetapi ada syaratnya, Hariscandra harus melakukan yadnya penghormatan padaku dan harus mempersembahkan putranya pada yadnya itu. Dan Hariscandra pun setuju atas persyaratan itu.
Maka seiring berjalannya sang waktu Hariscandra berhasil memiliki seorang putra yang bernama Rohita. Dan pada saat itu datanglah dewa Varuna untuk menagih janji. Namun Hariscandra mengelak dengan alasan anaknya masih terlalu kecil karna baru usia beberapa hari ini masih belum suci dan tidak pantas di pakai untuk yadnya.
Setelah sepuluh hari Varuna datang kembali dan bertanya yang sama, Hariscandra memohon biar sampai tumbuh gigi. Karna binatang yang dipakai untuk yadnya tidak bisa di pakai sebelum tumbuh giginya.
Varuna menunggu hingga giginya tumbuh hingga Rohita berumur 7 tahun. Varuna kembali lgi dan Hariscandra beralasan bahwa Rohita masih bergigi susu masih di anggap belum pantas untuk upacara yadnya jadi belum layak hingga giginya tumbuh lebuh kuat. Varuna pun kembali lgi saat anak itu mulai tumbuh lebih kuat dan menanyakan pertanyaan yang sama.
Saat itu Hariscandra berkata bahwa anaknya adalah anak ksatriya (kasta kedua dalam tradisi Hindu, kelas para prajurit) pelatihannya dalam seni bertarungbelum dimulai. Ia tidak busa disebut sebagai seorang ksatria sebelum ia mengetahui seluk beluk seni perang sebelum ia menjadi seorang kesatria sejati, maka ia belum menjadi manusia seutuhnya.
Setelah beberapa tahun berlalu, Rohita telah menjadi ahli dalam seni berperang dan ditunjuk sebagai putra mahkota pewaris tahta (Yuwaraja). Ia sudah berusian enambelas tahun. Varuna kemudian muncul lagi dan menagih janjinya.
Kali ini seluruh percakapan mereka terdengar oleh Rohita sang pangeran dan ia menengahi sebelum Hariscandra menyampaikan sesuatu. Ia telah memutuskan untuk melakukan sebuah yajna sebagai penghormatan kepada Visnu. Rohina kemudian pergi kehutan. Sedangkan Varuna telah merasa dipermainkan oleh Hariscandra dan beliau menyerang raja ini dengan penyakit perut yang ditimpakan kepadanya.
Di dalam hutan Rohita melihat seorang rsi bernama Ajigarta. Rsi ini sangat miskin dan bersama istri dan ketiga anaknya  mereka menderita kelaparan. Kebetulan sekali bagi Rohita, ia langsung bertanya kpada rsi itu apakah anknya mau di jual salah satu untuk persembahan.  Tetapi rsi tidak menjuak anak bungsunya dan istrinya tidak mengijinkannya. Namun ada Sunasepha. Ia adalah putra yang kedua. Harganya seribu ekor sapi, seribu keping emas, seribu lembar kain berharga dan harta yang berlimpah. Rohita kemudian membayar harga itu dan membawa Sunasepha pada ayahnya.
Saat itu terdengar suara dari langit. Suara itu berkata tidak ada gunanya ada orang yang mati. Bawalah Sunasepha ke pinggir sungai Goutama sungai yang amat suci di mana tidak diperlukan persembahan manusia jika sebuah Yajna dilakukan disana.

Demikianlah Hariscandra kemudan melakukannya hingga Varuna merasa terpuaskan, sedangkan Sunasepha kemudaian diambil anak angkat oleh rsi Visvamitra.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Sagara, Indradyumna dan Purusottama Ksetra, dan Raja Sveta dalam Brahma Purana

Penciptaan dalam Brahma Purana

Cerita Kubalayasva dan Trusankun dalam Brahma Purana