Penciptaan dalam Brahma Purana
Pada mulanya dunia ini hanya adanya air dan Brahman
yang merupan esensi ilahi tertidur di atas air itu dalam wujud Wisnu yang di
kenal sebagai Narayana yang artinya Nara itu air dan ayana berarti tempat
tidur.
Dari dalam air itulah muncul sebuah telur keemasan
(anda). Kemudian dari telur itu lahirlah Brahma. Karena belia menciptakan
dirinya disebut Svayambhu yang berarti bhu( terlahir) dan svayam (oleh dirinya
sendri). Dari pemecahan telur oleh Brahma yang menjadi dua bagian itu lalu
menciptakan surga dan dunia yg di dalamnya langit, arah mata angin, waktu, bahasa
dan indra. Untuk melanjutkan penciptaan Brahma kemudian
menciptakan seorang manusia laki-laki dan wanita. Yang laki bernama svayambhuva
Manu dan yang wanita Satarupa. Jadi umat manusia sekarang adalah keturunan Manu
yang dikenal bernama Manava( Manusia). Manu dan Satarupa memiliki tiga orang
putra bernama Vira, Priyavrata, dan Uttanapada.
Putra Uttanapada adalah rsi Agung Dhruva, dalam
garis keturunan Dhruva terdapatlah seorang raja Praci Naverhi. Raja ini
memiliki sepuluh orang anak yang di sebut para pracetas. Semua pracetas tidak
ingin di calonkan menjadi raja untuh memerintah dan memimpin seluruh dunia dan
sebaliknya dia melakukan tapa berat di bawah samudra luas. Tapasnya itu berlangsung
selama sepuluh tahun dan akibatnya dunia tidak memiliki penguasa dan mulai
manusia mulai menderita dan mati perlahan
dan hutan semakin lebat dan gelap hingga angin dan udara tidak bisa
bertiup di sana.
Berita tentang bencana itu pun terdengar hingga
telinga para pracetas. Mereka pun marah kepada pepohonan dan membahar
pohon-pohon hingga tersisa sedikit di bumi. Pada saat itu datanglah dewa bulan
yaitu Soma(candra) untuk meredakan amarah para pracetas. Beliau datang dengan wanita cantik yang bernama Marisa
putri dari pepohonan. Yang akan di
kawinkan oleh para praceta dan akan mendapatkan seorang putra yang bernama
Daksa yang akan memimpin seluruh dunia. Dan para pracetas setuju dengan usulan
dewa bulan. Kata ‘Praja’ berarti rakyat dan ‘Pati’ berarti tuan. Karena Daksa
memerintah seluruh dunia dan semua menjadi rakyatnya maka beliau dikenal
sebagai Prajapati Daksa.
Komentar
Posting Komentar