Cerita Sagara, Indradyumna dan Purusottama Ksetra, dan Raja Sveta dalam Brahma Purana

SAGARA

Putra Trisanku adalah Hariscandra dan dari beliau turun ke generasi Bahu. Raja Bahu menghabuskan hampur seluruh waktunya untuk mengejar kenikmatan duniawi. Dan kesepatan itu d manfaatkan oelh musuh-musuhnya daan menyerang kerajaan Bahu. Mereka pun mengusir Bahu dari kerajaannya dan pergi kehutan bersama istrinya Yadavi. Musuh-musuh yang mengulingkan kekuasaannya dipimpin oleh Haihaya dan raja Talajangha. Mereka dibantu oleh Saka, YAVANA, Parada, Kamboja dan Pahlava.
Akhirnya raja Bahu wafat d hutan. Dan istrinya memutuskan untuk mengikuti suaminya ke alam sana. Namun karena pada saat ittu Yadavi sedang hamil maka Rsi Urva membujuk untuk tidak melakukan perbuatan dosa itu. Beliau kemudian membawa Yadavike asrama beliau.
Bahu juga memiliki istri kedua dan wanita itu pernah meracuni Yadavi tetapi gagal. Dan racun itu keluar bersama dengan lahir anaknya maka dinamai Sagara. Rsi Urva mengajari sagara semua ilmu sastra dan penggunaan semua senjata. Dan diluar semua itu Segara menguasai menggunakan senjata Ilahi yang bernama Agneyastra.
Setelah tumbuh dewasa, Segara pun menyerang kerajaan Haihaya untuk mengambil kembali tahta warisan ayahnya dengan menggunakan senjata Agneyastra dan ia pun dapat mengalahkan para musuh-musuhnya.

INDRADYUMNA DAN PURUSOTTAMA KSETRA

Dalam jaman Satyayuga ada seorang raja yang bernama Indradyumna. Beliau adalah raja yang sakti, sesakti Indra. Beliau tampan, jujur dan baik hati, terpelajar dalam sastra dan kitab suci, serta mahir dalan menggunakan berbagai senjata. Kecermelangan beliau membuat matahari menjadi rendah diri, Indradyumna adalah pemuja Visnu. Tirtha adalah tempat penziarah suci. Beliau menyeleksi semua Tirtha yang ada di setiap kota. Namun tidak satupun yang membuat puas dan tidak di anggap pantas untuk memuja Visnu.
Ibu kota kerajaan Indradyumna adalah kota Avanti, dalam kerajaan Malava. Avanti adalah sebuah kota yang indah dan kaya, dikelilingi oleh sungai dan bentengnya yang kuat. Disana ada banyak sekali kuil, telaga, dan pertapaan di awanti dan semua jenis tumbuhan ada di sana. Namun beliau tidak puas dengan kuil-kuil disana dan memutuskan pergi dari Avanti untuk mencari tempat yang pas untuk membuat kuil Visnu.
Beliau sudah berjalan beberapa hari dengan rakyatnya yang ikut mengiring perjalanan, hingga mereka pun tiba di pinggir salatan samudra yang dikenal bernama Lavana Samudra. Banyak sekali gelobang dalam samudra itu tampak seperti seolah-olah menari. Indradyumna memutuskan tinggal di pesisir samudra itu. Didekat sana beliau menemukan tempat yang yang bernama Purusottama Ksetra, sekarang adalah kota Puri.
Dulu tempat itu adalah tempat suci yang amat pentig, namun semua pengetahuan tentang Tirtha (tempat suci) ini seolah tersembunyi sehingga kedatangan Indradyumna di tempat ini karena sebab alasan. Bertahun-tahun yang lampau, di tempat ini ada sebuah patung Visnu dimna orang-orang biasa berdoa. Karena sucinya tempat ini, hingga semua doa orang yang melakukan pemujaan di sana dosanya terhapuskan. Akibatnya dewa Yama tidak bisa menghukum para pendosa. Oleh karna itu dewa Yama memohon supaya d selesaikan masalah ini dn Visnu pun menyembunyikan patung itu di bawah pasir dan semenjak itu tidak ada yang tau kalau di sana pernah ada tempat suci yang mengagumkan.
Indradyumna sangat senang dengan tempat ini, maka pada hari yang ditentukan, batu pondasi pun diletakkan sebagai tanda pembangunannya. Beliau pun kemudian mendekati raja Kalinga, Utkala, dan Kosala untuk membatu menymbangkan batu-batu untuk pembangunan kuil itu.
Kuil pun segera di bangun setelah upacara kurban selesai d lakukan. Namun ada sesuatu yang masih mengganjal yaitu tentang patunganya. Bagaimna patung yang akan d buat?. Indradyumna pun berdoa kepada Visnu. Visnu pun menampakan dirinya di dalam mimpi Indradyumna dan menyuruh pergi ke pinggir samudra, di sana kau akan melihat sebuah pohon yang seteng batangnya ada di dalam air dan setengahnya di atas air. Potong pohon tiu dan kayunya bisa kau gunakan sebagai bahan dasar untuk membuat patung itu.
Keesokan ahrinya, Indradyumna kemudian pergi ke pesisir samudra dan benar beliau menemukan pohon tersebut, pada saat beliau ingin menebang pohon tersebut datanglah dua Brahmna. Indradyumna tidak mengetahui kalu dua bramana itu adalah Visnu dan Visvakarma dalam samaran. kedua brahmna itu membantu untuk membuat patuh tersebut. Kedua brahmana itu 1 membuat tiga patung yang sangat indah, yaitu Baladeva atau Balarama, Krisna, dan Subhadra. Beliau mebuat patung itu dalam beberapa menit hingga Indradyumna terkejut seperti tersengat halilintar. Maka iapun menyadari bahwa kedua barhmana itu bukanlah makhluk dunia dan ia pun bersujud dikaki mereka. Dan saat itu pun dua brahmana itu menunjukan jatidirinya yang asli yaitu Visnu dan Visvakarma sehingga membuat Indradyumna terharu. Visnu pun memberikab berkah akan memerintah kerjaan hingga 10.900 tahun.
Pada hari yang ditetapkan maka ketiga buah patung itu di tempatkan di kuil tersebut.

RAJA SVETA

Dalam jaman Satya yuga ada seorang raja yang bernama Sveta. Beliau adalah raja yang bijak hingga selama pemerintahannya orang-orang bisa hidup hingga sepuluh ribu tahun dan tidak ada orang yang mati semasih anak-anak dan juga tidak ada kematian bayi.
Ada seorang Rsi yang bernama Kapala Goutama. Sayang sekali, putra beliau meninggal semasih bayi. Dan sang Rsi membawa jenasah sang bayi pada Sveta dan beliau ber berjaji akan menghidupkan anaknya jika gagal bliau akan terjun ke dalam kobaran api. Setelah bersumpah seperti itu, beliau memuja dewa Siva dengan seribu seratus bunga teratai biru. Dan Siva pun menampakan diri di hadapan sang raja dan menganugrahkan bahwa bayi itu akan hidup kembali.

Raja Sveta memerintah selama seribu tahun. Beliau membangu sebuah kuil  untuk Visnu di Purusottama Ksetra. Kuil yang di bangun oleh Indradyumna di kenal sebagai kuil Jagannatha, sedangkan kuil Raja Sveta tidak jauh tempatnya dari kuil Jagannatha yang bernama Svetamadhva.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penciptaan dalam Brahma Purana

Cerita Kubalayasva dan Trusankun dalam Brahma Purana